Make Trash Great Again

Setelah Hari Peduli Sampah Nasional, Sudahkah Kamu Peduli?

atau malahan kamu baru ada hari peduli sampah nasional? hihi 😀.. no worries saya juga baru tahu kok dari anak saya 🤭. Jadi hari senin yang lalu sehabis pulang sekolah si numero uno saya bercerita kalau dia hari ini belajar memilah sampah di sekolah dan ternyata setelah saya lihat bukunya hari jumat di minggu sebelumnya adalah hari peduli sampah, tepatnya tanggal 21 Februari yang lalu. Sedikit cerita hasil googling, ternyata hari peduli sampah ini dicanangkan sejak 2005 karena terjadinya peristiwa longsornya TPA Leuwigajah di Cimahi Jawa Barat di tanggal 21 Februari . Duh udah 5 tahun ternyata ya dan eike baru tau sekarang 😅 tapi tak apalah yang penting kan actionnya bukan begitu sodara-sodara? 🙂

Terus kenapa baru sekarang membahasnya, jujur karena pertama saya baru inget mau membahas topik ini 🙃 dan kedua karena kan sekarang lagi musim banjir nih (duh banjir kok jadi musim, mbok ya musim duren gitu hehe) jadi masih relevan banget nih isu sampah ini. Walau ada yang bilang banjir yang terjadi akhir-akhir ini terutama di jabodetabek bukan karena sampah, tapi kan biar bagaimanapun tetep se jabodetabek raya ini masa sih gak ada saluran air yang tersumbat karena sampah yang bikin air malas mengalir kemanapun dia maunya pergi. Toh bagaimanapun bukankah banjir akan lebih mudah ‘diterima’ kalau airnya bersih tanpa sampah? Thus, mumpung masih bulannya nih dan setelah dapat ‘hadiah’ banjir ini yuklah kita sama-sama memulai langkah kecil untuk lebih peduli terhadap sampah.

Untuk saya sendiri beberapa hal berikut sedang saya terapkan dalam upaya untuk memanage sampah pribadi yang dihasilkan keluarga kami (family of five)

Buang sampah pada tempatnya dan memilah sampah

Yang pertama jelas, anak saya yang SD aja tau malu kalau buang sampah sembarangan, tapi herannya masih banyak orang-orang yang cuek ya buang sampah sembarangan apalagi di tempat-tempat umum hmm..tapi saya yakin teman-teman bukan termasuk yang diantaranya kan? yes. Lanjut, setelah buang sampah pada tempatnya lalu dipilah. Memang sih baru sebatas memilah yang organik dan anorganik. Yang organik sebisa mungkin kembali ke tanah lagi (sisa buah, makanan, etc) sementara anorganik, selain sampah yg infectious, saya kumpulkan untuk kemudian diserahkan ke teman yang super baik hati yang mana setiap bulan beliau mengumpulkan sampah-sampah dari teman dan lingkungan sekitarnya untuk disortir dan diteruskan ke tempat yang semestinya (thank you mbak Eka!). Untungnya apa sih? kalau di lingkungan saya setau saya sampah dijadikan satu dan dibakar padahal banyak sampah plastik yang gak layak bakar jadinya = Polusi. Belum lagi cerita sampah-sampah yang menumpuk yang bikin rusak pemandangan plus penyakit padahal seandainya dipilah dengan baik mungkin banyak plastik yang bisa di daur ulang dan gak mencemari lingkungan!

Reduce

Another benefit of memilah sampah yaitu kita jadi lebih aware betapa banyaknya sampah terutama plastik yang kita hasilkan padahal itu baru keluarga kecil kami belum keluarga-keluarga lain, plus import sampah dari negara-negara lain 😭. “Trus aware doang?” kata suami saya suatu ketika. “gak sih rasanya jadi lebih mengurangi penggunaan sampah terutama plastik yang gak recycleable” kata saya. “emang berkurang berapa banyak, target kamu berapa, metriks nya apa?” Ampuun pusing gue ditanya begituan. Hmm emang sih ada benernya cuma saya rasanya masih belum mampu untuk tracking berapa banyak ‘penghasilan’ sampah kami tiap bulannya, being fully plastic-free atau zero waste atau apapun istilahnya. Masih banyak perlu banyak belajar dan pusing mikirin yang lain hihi, so I had to say sorry beib not now, will put this on list :p. Tapi balik lagi ke intinya, dengan ada nya awareness kita jadi lebih reluctant setiap mau beli-beli sesuatu, jadi mikir ini bisa di recycle gak nantinya, dsb, dsb. Dan harapannya, sampah terutama yang non recycleable jadi berkurang, ya gak sih? (please say yes, need justification here haha)

Repurpose

Ini yang sedang saya belajar untuk terapkan, menggunakan kembali atau men upcycle sampah menjadi barang yang lebih cantik ataupun memiliki fungsi dan ‘kehidupan’ baru. Melaui bonboncraft saya berusaha untuk menyelipkan proyek-proyek simple yang menggunakan sampah to #maketrashgreatagain seperti kancing dari bungkus popok, pouch dari bungkus makanan dsb. Selain itu sampah benang dan kain biasanya saya kumpulkan untuk nanti rencananya saya mau jadikan ecobrick. Apa dan gimana cara saya merepurpose, tunggu post-post selanjutnya ya, cape nulisnya kalau disini 😅.

teaser dari salah satu proyek diy bonboncraft 🤭

Jangan lupa subscribe newsletter bonboncraft.id atau follow instagram @bonboncraft.id untuk dapet update dari post-post kami 🙂

Nah itu langkah-langkah kecil yang sudah saya terapkan untuk mengontrol sampah keluarga kami. Kalau kamu bagaimana? kalau kamu sudah menerapkan juga bagi pengalamanmu dong di kolom komentar, untuk yang belum, yuk mulai! Sekecil apapun effort kita, tapi kalau banyak yang berusaha akan lebih kelihatan kan hasil nya, bener gak??

Let’s save our earth ❤️ ❤️ ❤️

Leave a Reply

WhatsApp chat
Copy link
Powered by Social Snap